Luka-luka diseluruh tubuh.Ditusuk oleh mimpi, dipukul asmara, dijerat oleh harapan. Berdarah seluruh tubuhnya.Ia ngangakan mulutnya,menyuarakan duka ceritanya.Dan ini menyiksa makhluk lainnya.Mulutnya menganga keluar api tersebar dahaga dan makhluk lain tersiksa seperti pertunjukan puisi"Disebabkan Oleh Angin" karya Rendra yang saya lihat,kurang-lebih 9 tahun silam,di Theater tanah airku.Pengucapan puisi dengan aktor pertunjukan suara serak dan ekspresi yang menegangkan.Pertunjukan bertajuk "Angin" yang melibatkan para aktor,penari,perupa,dan komunitas musik tradisi(Sunda)ini,menghadirkan berbagai bentuk ungkapan yang menyaran sebagai respon terhadap instalasi.
Instalasi yang tegak dan menghampar dengan kontruksi media bambu, membentuk semacam jembatan di atas satu jalan di bawahnya.Di antara hamparan jembatan bambu itu,tegak menjulang tiang-tiang bambu dengan bendera dan atribut kain merah. Pucuk-pucuk batang bambu yang lentur dan kain merah diatas jembatan,memberi aksentuasi yang tegas pada kehadiran angin.Gerak pepohonan dan pucuk-pucuk bambu,kibaran kain-kain merah di antara konstruksi tiang-tiang bambu atau yang dikibaskan para penari,atau angin yang tampak dari gerak api,terasa langsung berinteraksi dengan segenap ungkapan pertunjukan malam itu.Non-naratif Meski nyaris seluruh bagian pertunjukan malam itu berlangsung di atas instalasi,namun tidaklah instalasi itu berfungsi sebagai panggung,berbagai adegan dalam pertunjukan yang Non-naratif tersebut membawa aku untuk mencoba luluh ke dalamnya,seraya juga menghadirkan sudut-sudut kesadaran berikutnya,terutama waktu dan gerak manusia lewat kumpulan potongan-potongan puisi,kostum dan idiom-idiom gerak para penari,kehadiran para aktor, dan elemen-elemen musikal tradisi Sunda.Tafsir pertunjukan atas kumpulan puisi ini membawa kesadaran ihwal angin pada gerak waktu dan ruang,juga gerak tabiat alam dan manusia.
Menafsir teks puisi itu ke dalam pembagian peran hendak merepresentasikan ruang dan waktu dimaksud,tanpa terjebak menjadi satu narasi pertunjukan, setiap pembagian menghadirkan suasana dan irama pertunjukan yang berlainan.Ketegangan antara gerak-gerik peranan,kegembiraan suasana,keharuan perasaan Yang menarik jelas terlihat seperti Jembatan bambu, kain-kain merah, para penari, puisi, aktor, dan musik serta lagu, hadir bersama dalam suasana yang dibayangkan bisa membayangkan kesadaran yang direpresentasikan oleh satu jembatan angin.
Demikian pula dengan rombongan sirkus yang sering terdengar tidak kompak.Pertunjukan ini pun mengandaikan keterlibatan penonton di akhir pertunjukan untuk turut merespon instalasi sirkus.Penonton diajak berjalan melintasi jembatan tali itu. Sayang,ceremonial penutupan yang terlalu bertele-tele membuat suasana yang sebelumnya telah dibangun oleh pertunjukan menjadi terputus.Dan pada akhirnya hanya bisa berjalan di atas instalasi bambu,untuk dapat sampai ke tempat tujuan yang diharapkan.
Monday, February 23, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
saya penggemar rendra tapi belum pernah ketemu.,.,
ReplyDeletecm baca karyanya aja.,.,.,