malam ini aku mulai mencoba kembali mendeskripsikan arti sebuah cinta di dalam kehidupan.
cinta yang membakar dalam kehidupan,cinta yang dingin dalam kehidupan,bahkan cinta yang naif dalam kehidupan.
Ibarat "sayur tanpa garam",terasa hambar kalau sebuah kehidupan tidak ada cinta di dalamnya.
Cinta itu manis seperti Ice blanded`chocolate.
Cinta itu pahit seperti kopi hitam tanpa gula.
Cinta itu rasanya seperti kentut;risih kalau ditahan,terasa lega kalau di keluarkan.
mungkin suatu inspirasi kali ini adalah sebuah note yang dituliskan oleh teman saya;
Tuesday, December 30, 2008 at 4:31pm by Sani
KEHIDUPAN digerakkan oleh cinta.
Cinta merupakan sebuah akses yang besar.
Kita melakukan aktifitas karena cinta.
Jangan pernah main-main terhadap cinta.
Karena....Cinta menuntut perjuangan.
Cinta menuntut biji hati yang paling mahal yaitu perasaan hati yang paling dalam.
Tapi,mencintai karena nafsu akan membinasakan cinta itu sendiri.
Dimana dari suatu kehidupan akan melahirkan sebuah cinta;cinta yang tulus,cinta yang naif, bahkan cinta yang suci.Sama halnya dari suatu cinta akan melahirkan sebuah kehidupan,kehidupan yang tulus,kehidupan yang naif,kehidupan yang suci karna ketulusan suatu cinta.
Hidup butuh perjuangan,hidup butuh keseriusan,hidup butuh perasaan.Sama halnya dengan cinta;cinta butuh perjuangan,cinta butuh keseriusan,bahkan cinta butuh perasaan.
Tetapi apakah arti sebuah cinta??
Apakah hanya sebuah sebutan tunggal yang tak bermakna??
Bagi saya cinta adalah suatu zat,suatu rasa,suatu racun berbentuk 2 pesan sekaligus yang ditimbulkan hati.Yang mengalami suatu proses penerusan,sebagai satu pesan singkat yang diterima dengen baik oleh syaraf emosional kita,untuk mengatur suatu emosi perasaan.Dan satu pesan lagi diterima dengan baik oleh otak sehingga menimbulkan suatu gerakan/prilaku,dikarna menjalani suatu rutinitas.
dengan kata lain cinta akan timbul jika hati kita bersih,otak kita sehat,dan emosi kita terjaga.
Bagaimana dengan kamu??
Tuesday, January 06, 2009
Thursday, January 01, 2009
it`s mind!!
Aku adalah Aku,aku terlahir sebagai orang menyendiri,,dibesarkan dari sebuah konflik keluarga egois.dimana Ayah dan ibuku tak lagi bersama seperti keluarga orang lain.Bisa dibilang aku tinggal sendiri,juga bisa dibilang aku tinggal bersama keluargaku.Aku tak paham tentang makna dari sebuah keluarga dan arti dari sebuah keluarga.
Aku teringat saat aku duduk di bangku SMP,dimana pada suatu hari tak tertahankan lagi bagiku tentang konflik ini.Aku ambil pakaianku,mencoba untuk meninggalkan rumah yang penat,rumah yang berantakan,rumah yang penuh keegoisan,rumah yang penuh kebencian.
Tak tau kemana langkah ini membawaku,untuk melepaskan semua yang ada.
Hanya teman yang terlintas dipikiranku,teman untuk mengadu,teman tempatku untuk bercerita apa yang aku alami.Dengan air mata yang tak terbendung lagi,dengan perasaan yang hampa kumulai ceritakan beban ini.Aku ceritakan satu demi satu permasalahan keluargaku,bahkan kuselingi ribuan pertanyaan tentang makna sebuah keluarga.Dengan beberapa batang rokok dan secangkir teh manis hangat yang nantinya menemani perbincangan kami.Aku buta akan arti kebenaran sebuah keluarga,aku bisu akan makna kebenaran sebuah keluarga.Tahun demi tahun kuisi hidupku ini untuk mencari makna sebuah keluarga.
1 januari 2009
kukatakan;"iya,,1 januari 2009.".Dimana detik-detik pergantian tahun mulai di detakkan.
Bukan kemegahan sebuah acara yang ku harapkan.
Bukan kemewahan sebuah acara yang ku inginkan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,malam pergantian tahun bersama dengan temanku dan keluarganya.Membiarkan diri lebih jauh untuk berinteraksi dengan lingkungan baru,berinteraksi dengan orang-orang yang asing bagiku.
Menjaga segala sikap dalam diri ini,agar dapat diterima dilingkungan sekitarku ini.
Menutupi segala ke-kakuan dalam diri ini dengan sedikit perbincangan-perbincangan kecil,untuk dapat berinteraksi dengan mereka yang berada disekitarku ini.
Aku mulai merasakan kehangatan sebuah keluarga;tawa-tawa kecil,candaan-candaan yang unik,dan seruan-seruan"happy new year" saling bergantian di dalamnya.Aku mulai menikmati indahnya sebuah keluarga di dalamnya.Aku hitung detik-detik pergantian tahun sambil mendengarkan suara tiupan dari trompet bersamaan dengan riuhnya suara kembang api,sebagai hiasan pada malam itu.
Aku memang tenggelam,aku memang terhanyut dan terbawa kedalam suasana pada saat itu.
Aku habiskan detik-detik pergantian tahun kali ini dengan sebuah makna keluarga didalamnya.
terima kasih,,1 januari 2009,,tahun baru-ku..
Aku teringat saat aku duduk di bangku SMP,dimana pada suatu hari tak tertahankan lagi bagiku tentang konflik ini.Aku ambil pakaianku,mencoba untuk meninggalkan rumah yang penat,rumah yang berantakan,rumah yang penuh keegoisan,rumah yang penuh kebencian.
Tak tau kemana langkah ini membawaku,untuk melepaskan semua yang ada.
Hanya teman yang terlintas dipikiranku,teman untuk mengadu,teman tempatku untuk bercerita apa yang aku alami.Dengan air mata yang tak terbendung lagi,dengan perasaan yang hampa kumulai ceritakan beban ini.Aku ceritakan satu demi satu permasalahan keluargaku,bahkan kuselingi ribuan pertanyaan tentang makna sebuah keluarga.Dengan beberapa batang rokok dan secangkir teh manis hangat yang nantinya menemani perbincangan kami.Aku buta akan arti kebenaran sebuah keluarga,aku bisu akan makna kebenaran sebuah keluarga.Tahun demi tahun kuisi hidupku ini untuk mencari makna sebuah keluarga.
1 januari 2009
kukatakan;"iya,,1 januari 2009.".Dimana detik-detik pergantian tahun mulai di detakkan.
Bukan kemegahan sebuah acara yang ku harapkan.
Bukan kemewahan sebuah acara yang ku inginkan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,malam pergantian tahun bersama dengan temanku dan keluarganya.Membiarkan diri lebih jauh untuk berinteraksi dengan lingkungan baru,berinteraksi dengan orang-orang yang asing bagiku.
Menjaga segala sikap dalam diri ini,agar dapat diterima dilingkungan sekitarku ini.
Menutupi segala ke-kakuan dalam diri ini dengan sedikit perbincangan-perbincangan kecil,untuk dapat berinteraksi dengan mereka yang berada disekitarku ini.
Aku mulai merasakan kehangatan sebuah keluarga;tawa-tawa kecil,candaan-candaan yang unik,dan seruan-seruan"happy new year" saling bergantian di dalamnya.Aku mulai menikmati indahnya sebuah keluarga di dalamnya.Aku hitung detik-detik pergantian tahun sambil mendengarkan suara tiupan dari trompet bersamaan dengan riuhnya suara kembang api,sebagai hiasan pada malam itu.
Aku memang tenggelam,aku memang terhanyut dan terbawa kedalam suasana pada saat itu.
Aku habiskan detik-detik pergantian tahun kali ini dengan sebuah makna keluarga didalamnya.
terima kasih,,1 januari 2009,,tahun baru-ku..
Subscribe to:
Posts (Atom)